Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Februari 2014

Sepihak?


Apa aku mampu menatapmu lagi?
Mengapa kamu timbulkan rasa mahadasyat?
Kenapa harus kamu?
Bukankah ini hanya kesengajaan?
Tapi kenapa itu membuatku cinta!
Apakah hanya aku yang merasakan?
Apakah ini cinta sepihak?
Apakah ini membuatku lemah?
Tapi kenapa aku pertahanin kamu?
Apa pernah terlintas dikepalamu untuk memikirkanku?
Apa kamu merasakan pedihnya rasaku ini?
Apa kamu bahagia saat aku gembira?
Kamu seperti pangeran
Yang hanya meninggalkan jejak kakimu
Kamu begitu cepat melangkahkan kaki
Apa kamu tak ingin menungguku?
Aku lelah mengikuti jejakmu
Begitu banyak rintangan yang kuhadapi
Ya dia seperti angin ribut
Yang selalu mengacaukan harapanku
Dia selalu mengapus jejakmu
Apa kamu tak ingin kembali menungguku?
Seperti di dongeng-dongeng
Kamu adalah pangeran tampan yang kucari
Kuakui aku memang bukan sang putri
Tapi aku punya cinta tulus yang ingin kamu dapatkan J


Jumat, 07 Februari 2014

Durhakakah Aku?


Batu tajam menghalangi langkahmu
Sang mentari seakan menyengat tubuhmu
Cucuran keringat membasahimu
Langkah demi langkah kau hadapi dengan senyuman
Rasa lelah kadang terbalas dengan pertemuan
Apa aku terlalu egois?
Aku selalu memberati langkahmu
Kadang perkataan yang tak ingin kau dengar keuar dari bibir ini
Banyak permintaanku yang ingin kau penuhi
Kelelahanmu ku balas dengan cibiran
Inikah caraku membalas budi?
Merangkulku dan selalu tersenyum padaku
Hanya itu yang kau lakukan untuk menyadarkanku
Walau aku tau saat itu kau terluka
Walau aku tau saat itu kau ingin menangis
Tapi,,
Aku selalu mengulang perbuatan ini
Tuhaaaaann.....
Apa aku durhaka kepadanya?
Apa yang kulakukan untuknya?
Bukankah cinta tulusnya telah membuktikan?
Lalu mengapa aku masih menyakitinya?
Ibu maafkan aku
Kamu adalah wanita terhebat dihidupku
Makasi ibu :)

Selasa, 04 Februari 2014

Penyesalan Seorang Teman

Detik, menit, dan waktu bejalan seperti aliran darah beku
Saat kamu mulai berubah
Entah apa yang berbeda
Rasanya aku tak mengenalmu
Kamu bercermin,
tapi aku tak melihat bayangmu
Kamu menyapaku dengan tamparan keras dihati
Apa kamu tak pernah menganggapku?
Kamu selalu saja mwmalingkan wajahmu
Apa kamu lupa saat kita bersama?
Saat status kita berbeda
Saat kamu dan aku bermain layaknya sahabat
Tapi saat ini..
Semua tak ada lagi
Tak ada senyum untukku
Tak ada sapaan untukku
Hanya kebencian diwajahmu
Ingin aku mencairkan waktu
Namu sayang keegoisanku terlalu besar
Walau kamu tak lagi denganku
Walau kamu tak akan tersenyum dihadapanku
Tetapi ketahuilah aku selalu menyayangimu 

Selasa, 28 Januari 2014

Sasamboku Jangan Hilang

Sasambo..
Inilah Sasak Samawa Mbojo
Suku kita bersama Pelangi Nusa Tenggara
Banyak ciri khasnya
Tak akan terlepas
Tak akan ditinggalkan

Batik Sasambo
Kain Sesekkan
Lambung
Dodot

Sasambo dalam lenggokmu
Gendang beleq betalu-talu
Dang dung.. Dang dung.. Dang dung
Creeee.. ng
Nyongkolan beriring pilu

Sasambo 
Kau getarkan Indonesia
Sasambo buka mata dunia

Sasamboku jangan hilang
Sasakku takkan lekang
Samawaku jangan sirna
Mbojo selalu ada

Dang dung.. Dang dung.. Dang dung
Creeee.. ng
Kan ku jaga selalu budayaku
Kan ku lestarikan adatku
Jayalah Negeriku

Nasib Seorang Pelayan


Suara sendu masih terdengar
Hempasan ombak mulai tenang
Perahu kecil menepi
Kebahagiaan terlihat suram
penderitaan nampak jelas
Pikirannya melayang
Akankah mereka menanti?
Mungkinkah mereka berharap?
Sanggupkah mereka bertahan?
Sebuah gubuk reok
Dihalaman nan menanti
Tersenyum tipis namun bermakna
Pelukan hangat mulai menyapa
Mencari sesuatu
Namun sayang tak tampak
Senyum tipis kembali mengerut
Suara perut ingin terisi
Jeritan kelaparan
Keadaan begitu suram
Hanya sakit yang dirasakan
Maaf..
Maaf..
Maaf.. 
Tak mampu menafkahi 
Maaf..
Maaf..
Maaf..
Tak mampu mencukupi