Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Februari 2014

Penyebab Rasa Minder

Minder adalah perasaan diri yang menganggap orang lain lebih hebat dan lebih baik dari dirinya. Dalam artian lain minder merupakan sebuah situasi, dimana kita lebih menonjolkan sisi kelemahan kita dariapada kelebihan. Orang yang minder adalah orang yang bertipikal lemah. Sebab rasa minder bisa menghasilkan kekecewaan dan kecemasan. Pikiran yang terpusat pada kelebihan orang lain tanpa mensyukuri apa yang kita miliki pun menjadi penyebab tumbuhnya rasa minder. Rasa minder bisa menghambat perkembangan diri kita. Dengan rasa minder kita merasa seakan-akan kita adalah manusia yang tidak ada artinya, tidak berharga, dan tidak bermanfaat bagi orang lain. Padahal jika kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki dan mengasah kelebihan kita, kita bisa bermanfaat bagi orang lain dan lebih berharga bagi diri kita.
Ada beberapa penyebab tumbuhnya rasa minder. Kalau menurut pak Usman ada 3, yaitu:
- minder indoor, minder yang dilakukan di dalam rumah. (pengaruh dari keluarga)
- minder outdoor, minder yang dilakukan di luar rumah. (pengaruh dari lingkungan luar)
- minder door to door, minder yang dilakukan saat kita berkunjung / bertamu ke rumah orang.
Hehehe. Namun modal utama mengusir rasa minder adalah dengan bersyukur. Mensyukuri apa yang telah Allah karuniakan kepada kita dan lebih menghargai diri sendiri.
Berikut penyebab rasa minder:
  1. Pengaruh dari orangtua. Orangtua memiliki peranan utama dalam mendidik anaknya. Tapi terkadang tidak sedikit orangtua yang mendidik anaknya dengan cara menakut-nakuti, memarahi kesalahan anak secara berlebihan, dan penuh larangan. Cara ini mengakibatkan anak jadi lambat berkembang dan menjadi takut mencoba hal baru dan menanyakan hal-hal asing kepada mereka. Solusinya: Jika kita menjadi orangtua, jangan mendidik anak dengan menakut-nakutinya dan banyak larangan selagi dia mau belajar. Selain itu bergaullah dengan orang-orang yang memiliki keberanian lebih, memiliki semangat & motivasi, serta dengan orang-orang yang supel.
  2. Pengaruh lingkungan luar. Ketika kita bergabung dengan sebuah komunitas yang memiliki skill diatas kita, namun disisi lain mereka kurang menerima keberadaan kita dan kita menjadi dikucilkan, diremehkan, dan tidak dipercaya ditambah kita tidak mensyuri hidup kita adalah penyebab munculnya minder. Solusinya: Cari komunitas baru yang tidak hanya memiliki kegiatan positif tetapi juga para anggotanya selalu berpikir positif. Selain hal itu, carilah komunitas yang bisa lebih menghargai antar sesama anggotanya. Asah kemampuan diri dan tekuni yang bisa kita lakukan, karena jika kita telah mendapatkan prestasi, orang-orang yang mengucilkan kita pun akan mulai menghormati kita.
  3. Peristiwa pahit dimasa lalu. Setiap kegagalan bisa berbuah kesuksesan jika kita mampu belajar dari kegagalan tersebut. Harus disadari, kita hidup untuk mempersiapkan masa depan, bukan untuk hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Solusinya: Selau berpikir positif dan berprasangka baik, dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa hidup yang kita alami.
Pada dasarnya perasaan minder muncul karena kita selalu melihat ke atas tanpa mensyukuri apa yang kita miliki. Padahal bisa jadi apa yang kita miliki itu lebih berharga yang tidak dipunyai oleh orang lain. Buang jauh-jauh rasa minder itu. Karena minder adalah awal dari kemunduran.
Sumber : http://motivaksi.blogspot.com/2012/09/tak-perlu-minder-selagi-ada-solusi.html

Selasa, 04 Februari 2014

Keadaan dan Sifat Seorang Remaja

Tugas TIK
       Keadaan yang sering dialami siswa remaja adalah mempersulit diri mereka sendiri. Keadaan kadang membuat siswa malas, seperti mempersulit diri dengan tugas. Setelah diberikan tugas, pasti ada saja siswa yang menunda-nunda tugas yang diberikan. Padahal sebagian guru sengaja memberikan tugas untuk dikumpulkan jauh-jauh hari agat tidak menumpuk. Seharusnya, siswa yang displin akan langsung mengerjakan tugasnya pada saat pulang sekolah. Tapi faktanya, pada saat pengumpulan tugas, masih ada saja yang belum jadi. Belum jadinya tugas, dengan alasan yang berbagai macam.

        Mempersulit diri dengan pilihannya. Dikalangan remaja SMP dan SMA yang masih mecari jati diri mereka, sering didatangi dengan sifat-sifat yang membuat mereka bimbang. Atau bahasa gaulnya yaitu labil. Mereka labil dengan pilihannya baik dibidang pendidikan maupun pergaulan. Dalam bidang pendidikan, mereka bigung menentukan jurusan. Dan dalam menjawab soal juga sering diliputi kebingungan. Saat pertama, dia menjawab obsen A. Dan beberapa saat, dia malah mengganti jawabannya dengan obsen B. Padalajawaban yang benar itu adalah obsen A.

       Pergaulan di sekitar mereka juga sering pusing untuk memilih teman. Dan ditengah pertemanan mereka, ada saja masalah yang menyebabkan perkelahian. Pasti diantara teman-teman ada yang pernah mengalami hal-hal seperti itu. Dan yang pasti akan menimbulkan sifat-sifat sebagai berikut :

1. Keegoisan
    Sifat ini harus dihindari oleh paţra remaja yang ingin hubungan pertemanannya langgeng. Sifat itu akan muncul pada saat masukan/pendapat siswa A tidak digubris oleh siwa B. Dan setelah itu pasti akan ada percecokan.

2. Tidak menegur atau saling cuekin satu sama lain
   Biasanya setelah terjadi perkelahian dan tidak ada kata damai, hari-hari antara dua siswa itu berubah. Mulai hati itu mereka saling cuekin dan tidak menegur. Jangankan menegur, memandang wajah satu sama lain pun tidak. Ini paling sering terjadi pada siswa perempuan. Hal itu terjadi karena kegensian yang besar-besaran.

3. Sindir menyindir di media massa
   Tidak puas untuk membutikan bahwa mereka tidak membutuhkan satu sama lain. Dirumah mereka membuka facebook atau twitter dan menulis status menjelekkan satu sama lain. Dan anehnya mereka saling timbal menimbal status.

4. Curhat di teman yang lain
   Curhat diteman yang lain dan menjelekkan sifat teman yang dibicarakan. Dan pada saat itu juga, tak jarang teman lain itu ikut membenci orang yang dibicarakan.

       Jika salah satu dari sifat itu terjadi, lebih baik teman-teman bisa lebih menahan emosi dan lebih sabar. Meminta maaflah terlebih dahulu karena apa salahnya kita yang meminta jaaf terlebih dahulu. Toh setelah meminta maaf, hati terasa lebih tenang. Iika kita belum bisa seperti yang dulu, mungkin Allah punya rencana lain. Tetaplah berfikir positif teman-teman (: