Minder adalah perasaan diri yang menganggap orang lain lebih hebat dan
lebih baik dari dirinya. Dalam artian lain minder merupakan sebuah
situasi, dimana kita lebih menonjolkan sisi kelemahan kita dariapada
kelebihan. Orang yang minder adalah orang yang bertipikal lemah. Sebab
rasa minder bisa menghasilkan kekecewaan dan kecemasan. Pikiran yang
terpusat pada kelebihan orang lain tanpa mensyukuri apa yang kita miliki
pun menjadi penyebab tumbuhnya rasa minder. Rasa minder bisa menghambat
perkembangan diri kita. Dengan rasa minder kita merasa seakan-akan kita
adalah manusia yang tidak ada artinya, tidak berharga, dan tidak
bermanfaat bagi orang lain. Padahal jika kita bisa mensyukuri apa yang
kita miliki dan mengasah kelebihan kita, kita bisa bermanfaat bagi orang
lain dan lebih berharga bagi diri kita.
Ada beberapa penyebab tumbuhnya rasa minder. Kalau menurut pak Usman ada 3, yaitu:
- minder indoor, minder yang dilakukan di dalam rumah. (pengaruh dari keluarga)
- minder outdoor, minder yang dilakukan di luar rumah. (pengaruh dari lingkungan luar)
- minder door to door, minder yang dilakukan saat kita berkunjung / bertamu ke rumah orang.
Hehehe. Namun modal utama mengusir rasa minder adalah dengan bersyukur.
Mensyukuri apa yang telah Allah karuniakan kepada kita dan lebih
menghargai diri sendiri.
Berikut penyebab rasa minder:
- Pengaruh dari orangtua. Orangtua memiliki peranan utama dalam mendidik anaknya. Tapi terkadang tidak sedikit orangtua yang mendidik anaknya dengan cara menakut-nakuti, memarahi kesalahan anak secara berlebihan, dan penuh larangan. Cara ini mengakibatkan anak jadi lambat berkembang dan menjadi takut mencoba hal baru dan menanyakan hal-hal asing kepada mereka. Solusinya: Jika kita menjadi orangtua, jangan mendidik anak dengan menakut-nakutinya dan banyak larangan selagi dia mau belajar. Selain itu bergaullah dengan orang-orang yang memiliki keberanian lebih, memiliki semangat & motivasi, serta dengan orang-orang yang supel.
- Pengaruh lingkungan luar. Ketika kita bergabung dengan sebuah komunitas yang memiliki skill diatas kita, namun disisi lain mereka kurang menerima keberadaan kita dan kita menjadi dikucilkan, diremehkan, dan tidak dipercaya ditambah kita tidak mensyuri hidup kita adalah penyebab munculnya minder. Solusinya: Cari komunitas baru yang tidak hanya memiliki kegiatan positif tetapi juga para anggotanya selalu berpikir positif. Selain hal itu, carilah komunitas yang bisa lebih menghargai antar sesama anggotanya. Asah kemampuan diri dan tekuni yang bisa kita lakukan, karena jika kita telah mendapatkan prestasi, orang-orang yang mengucilkan kita pun akan mulai menghormati kita.
- Peristiwa pahit dimasa lalu. Setiap kegagalan bisa berbuah kesuksesan jika kita mampu belajar dari kegagalan tersebut. Harus disadari, kita hidup untuk mempersiapkan masa depan, bukan untuk hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Solusinya: Selau berpikir positif dan berprasangka baik, dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa hidup yang kita alami.
Pada dasarnya perasaan minder muncul karena kita selalu melihat ke atas
tanpa mensyukuri apa yang kita miliki. Padahal bisa jadi apa yang kita
miliki itu lebih berharga yang tidak dipunyai oleh orang lain. Buang
jauh-jauh rasa minder itu. Karena minder adalah awal dari kemunduran.
Sumber : http://motivaksi.blogspot.com/2012/09/tak-perlu-minder-selagi-ada-solusi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar